Menjadi Negara Maju Bersamaan Dengan Beberapa Negara Lain

indonesia jadi negara maju
Indonesia Jadi Negara Maju /konfrontasi.com

NgopiDW.com – Indonesia saat ini sudah menjadi Negara maju, setelah resmi status Negara Berkembangnya dicabut oleh USTR.

Indonesia tidak sendiri saat USTR (Kantor Perwakilan Dagang AS) resmi mencabut beberapa status negara berkembang.

Read More

Indonesia keluar dari daftar tersebut bersama dengan negara lain, seperti China, India, Brasil, serta Afrika Selatan.

Tiga aturan mengapa sebuah negara tak lagi masuk kategori berkembang dan tak berhak mendapat perlakuan spesial dari AS. Pertama, pendapatan nasional per kapita di atas USD 12 ribu.

Baca juga :  Durian Lokal Yang Rasanya Sangat Mantul

Kedua, share ke perdagangan dunia lebih dari 0,5 persen. Ketiga, mempertimbangkan keanggotaan di organisasi ekonomi internasional.

Baca juga : Resep Cokelat Jahe Hangat, Sedap Diseruput Kala Dingin

Atas persyaratan itulah, status Negara berkembang dicabut oleh AS. Tetapi saat ini, pendapatan per-kapita Indonesia baru USD 3.027 per 2018. Kenapa bisa dikategorikan Negara maju ?

Yap, ternyata dari ketiga kategori diatas, Indonesia menempati kategori kedua dan ketiga.

Dikutip dari liputan6.com. “Perwakilan Dagang AS mempertimbangkan bahwa negara dengan share 0,5 persen atau lebih di dalam perdagangan dunia merupakan negara maju,” jelas USTR.

“Keanggotaan G20 mengindikasikan bahwa sebuah negara itu maju,” tulis USTR dalam keterangannya.

Baca juga :  Indonesia Jadi Negara Maju, Setelah Status Negara Berkembangnya Dicabut

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menyatakan, dikeluarkannya Indonesia dari negara berkembang tersebut harus ditanggapi dengan senang.

“Kalau dibilang sama Amerika negara maju ya harus senang, masa sedih,” ujar Airlangga pada Rabu 26 Februari 2020.

Baca juga : KYMCO Suntik Dana Grab Wheels

Airlangga menambahkan, berdasarkan proyeksi yang sudah ada, memang Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di 2045.

Dengan status baru tersebut membuat produk Indonesia berdaya saing. Keluarnya Indonesia dari daftar negara berkembang tidak membuat biaya ekspor barang menjadi naik. Sebab, sudah ada perjanjian bilateral sebelumnya yang mendasari.

Related posts