Pendapatan Apple Pecahkan Rekor karena iPhone 17

ngopidw.com Apple kembali mencatatkan rekor pendapatan pada kuartal III, setelah meluncurkan seri iPhone 17. Nilai valuasi perusahaan pun mencapai US$ 4 triliun atau sekitar Rp 66.189 triliun (kurs Rp 16.547). Dalam pernyataan persnya, CEO Apple Tim Cook menyampaikan bahwa perusahaan telah melaporkan pendapatan kuartal sebesar US$ 102,5 miliar, termasuk rekor pendapatan untuk penjualan iPhone dan rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa untuk lini Layanan.

Pada bulan September, Apple sangat senang meluncurkan jajaran iPhone terbaik mereka, termasuk iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan Pro Max, serta iPhone Air. Selain itu, perusahaan juga meluncurkan AirPods Pro 3, jajaran Apple Watch terbaru, MacBook Pro, dan iPad Pro bertenaga cip M5.

Read More

Penjualan iPhone 17 yang Menjanjikan

iPhone 17 resmi dijual hari ini, dengan preorder yang melonjak dan warna Cosmic Orange menjadi yang paling diminati. Daftar harga resmi iPhone 17, 17 Air, 17 Pro, dan 17 Pro Max di Indonesia juga telah dirilis, dengan preorder akan dibuka besok. Spesifikasi lengkap iPhone 17, 17 Air, 17 Pro, dan 17 Pro Max serta harganya juga telah diumumkan.

Baca juga :  Light Phone II: Solusi Cerdas untuk Hidup Lebih Fokus Tanpa Distraksi Digital

Dalam laporan keuangan kuartal III, Apple mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 8% secara tahunan (year on year) menjadi US$ 102,47 miliar. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan iPhone: US$ 49,03 miliar
  • Pendapatan Mac: US$ 8,73 miliar
  • Pendapatan iPad: US$ 6,95 miliar
  • Pendapatan Produk Lainnya: US$ 9,01 miliar
  • Pendapatan jasa: US$ 28,75 miliar

Tim Cook memperkirakan pertumbuhan pendapatan antara 10% hingga 12% yoy pada kuartal IV, yang biasanya merupakan pertumbuhan terbesar Apple dalam setahun. “Kami sangat antusias untuk berbagi jajaran produk kami yang paling luar biasa menjelang musim liburan,” ujar Tim Cook.

Permintaan Produk Apple yang Meningkat

Deretan iPhone baru, khususnya iPhone 17 dan 17 Pro, telah menghidupkan kembali permintaan produk Apple, terutama di Cina, yang penjualannya masih jauh dari proyeksi. Meski begitu, permintaan iPhone Air ultra-tipis masih menjadi bahan spekulasi. Beberapa analis mengatakan perusahaan telah mengurangi produksi model ini, sementara yang lain berpendapat tidak.

Menurut analis senior di Investing.com Thomas Monteiro, meskipun pasar masih terpaku pada adopsi dan monetisasi AI, Apple membuktikan bahwa resep lama masih berhasil, setidaknya untuk kuartal berikutnya, dengan pertumbuhan penjualan yang solid pada produk dan layanan lamanya, didukung oleh ekonomi global yang lebih baik dari perkiraan.

Baca juga :  Link Baru IndoXXI, Buruan Sedot !!!

Pertumbuhan Pendapatan yang Solid

Manajer portofolio di Gabelli Funds John Belton mengatakan estimasi positif disebabkan oleh peningkatan penjualan iPhone, seiring dengan kenaikan harga model terbaru. “Data paling optimistis yang keluar dari laporan pendapatan terakhir Apple yakni angka pendapatan iPhone,” kata Belton. “Pertumbuhan dua digit ini merupakan pertumbuhan iPhone terbaik setidaknya dalam tiga tahun terakhir.”

Meskipun Apple tertinggal dari perusahaan teknologi lain dalam merilis produk kecerdasan buatan, pendapatan yang kuat muncul. Perusahaan ini belum sepenuhnya meluncurkan produk AI untuk bersaing dengan perusahaan seperti Meta, Google, dan Microsoft.

Tantangan dan Peluang di Pasar Global

Apple juga kesulitan menghadapi tarif naik-turun yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Cina dan India, tempat sebagian besar manufaktur perusahaan berada. Namun, saham Apple telah meningkat selama beberapa minggu terakhir, meningkatkan kapitalisasi pasar perusahaan tersebut, salah satu dari hanya tiga perusahaan di dunia yang bernilai lebih dari US$ 4 triliun. Baik Nvidia maupun Microsoft juga telah mencapai tonggak sejarah ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *