ngopidw.com– Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, saat ini Tol Getaci telah memulai persiapan pembangunan dengan skema multi tahun atau berlangsung terus menerus tanpa terganggu oleh perubahan anggaran setiap tahun.
Dody menyampaikan, Jalan Tol Getaci yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo sebagai proyek strategis nasional (PSN), tetap berlangsung sesuai rencana meskipun menghadapi beberapa tantangan, khususnya dalam hal pengadaan lahan.
“Prosesnya biasa saja, tidak ada masalah, tapi biasanya urusan di lahan. Targetnya sih kalau bisa 2026, pasti 2026, tidak mungkin tidak. Tapi semua kan ada prosesnya,” kata Dody dikutip.ngopidw.comdari Antara Kamis 18 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pengembangan proyek Tol Getaci yang memiliki panjang keseluruhan 206,65 km akan dilakukan secara bertahap per segmen. Segmen 1 dimulai dari Gedebage hingga Tasikmalaya (95,52 km). Berikutnya, Segmen 2 dari Tasikmalaya menuju Cilacap (111,13 km) pada tahap selanjutnya.
Dody menekankan bahwa pembangunan jalan tol tidak boleh dilakukan terburu-buru. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan kualitasnya.
“Kita tidak ingin terburu-buru, karena jika terburu-buru biasanya desainnya juga kurang baik,” katanya.
Masih dikutip dari Antara, Menteri PU Dody Hanggodo juga menyampaikan bahwa sebenarnya terdapat 4 proyek jalan tol yang diharapkan pembangunannya dapat dimulai pada tahun mendatang.
Empat rencana proyek meliputi Jalan Tol Getaci pada ruas Gedebage-Tasikmalaya, ruas Sentul Selatan-Karawang Barat (Jawa Barat), Pejagan-Cilacap (Jawa Tengah), serta Gilimanuk-Mengwi (Bali).
“Pada tahun ini rencananya ada empat (proyek jalan tol). Sentul Selatan-Karawang Barat, kemudian di Bali, selanjutnya Gedebage-Tasik, serta Pejagan-Cilacap. Hanya saja semua masih dalam proses pemeriksaan dan analisis menyeluruh,” ujar Dody Hanggodo di Jakarta.
Optimisme Tol Getaci Cepat Terwujud
Namun Dody tetap optimis, Tol Getaci Ruas Gedebage-Tasikmalaya serta ruas Sentul Selatan-Karawang Barat berpeluang lebih cepat terwujud karena memiliki daya tarik investasi dan tingkat lalu lintas yang lebih besar.
“Harapan kami tahun 2026 bisa kami selesaikan, dari empat proyek tersebut mungkin yang dua (Gedebage-Tasikmalaya dan Sentul Selatan-Karawang Barat) bisa kita selesaikan,” tambahnya.
Dody menyampaikan, hingga kini minat para investor untuk menanamkan modal dalam proyek jalan tol di Indonesia masih sangat tinggi. Hal ini terlihat dari berbagai proyek yang sedang dalam proses pengerjaan.
Namun demikian, katanya dengan tegas, pemerintah saat ini lebih waspada dalam menentukan prioritas pembangunan jalan tol dengan menekankan keterhubungan antar ruas serta keselarasan dengan jaringan jalan nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.
“(Pembangunan) jalan tol tetap kami lanjutkan, hanya saja yang menjadi fokus kami adalah keterhubungan. Jadi hal itu yang sebelumnya dikritik oleh Bappenas, pemerintah dalam membangun jalan tol kurang memperhatikan keterhubungan,” jelas Dody.
Ia menambahkan, pemerintah juga melakukan pembicaraan intensif dengan para kepala daerah guna menentukan lokasi pintu masuk tol agar mampu mendorong kesetaraan ekonomi di berbagai wilayah.
Khusus Jalan Tol Getaci yang merupakan bagian dari proyek besar pembangunan Jalan Tol Trans Jawa Selatan, kelak akan terhubung dengan Jalan Tol Cilacap-Yogyakarta dan Jalan Tol Cilacap-Pejagan agar bisa tersambung ke wilayah Utara Jawa.
Jalan Tol Getaci ruas Gedebage-Tasikmalaya dengan panjang sekitar 95 km akan dimulai pembangunannya pada tahun 2026 dan direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2029. Titik akhirnya berada di kawasan Kawalu Kota Tasikmalaya.





