Menolak Tuduhan Curang, Perplexity Kolaborasi dengan Getty Images

ngopidw.comPerusahaan startup Perplexity sedang berusaha untuk keluar dari citra yang selama ini melekat padanya, yaitu scraping atau pengambilan konten tanpa izin serta dugaan plagiarisme.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui kemitraan formal dengan agensi foto terkemuka, Getty Images. Dengan adanya kerja sama ini, Perplexity akan dapat menampilkan konten visual pada peramban mereka.

Read More

Menurut laporan Tech Crunch pada 31 Oktober lalu, sumber anonim mengungkap bahwa Perplexity dan Getty Images sudah bermitra lebih dari setahun melalui program berbagi pendapatan iklan dengan penerbit. Meskipun informasi tentang kerja sama ini tidak pernah diumumkan secara resmi ke publik, diketahui bahwa bentuknya bukanlah pembayaran lisensi secara menyeluruh. Hal ini karena Perplexity tidak melatih model dasar AI-nya sendiri.

Kemitraan ini juga menjadi tanda legitimasi penggunaan foto Getty oleh Perplexity sebelumnya. Sebelumnya, Perplexity AI mendapat kritik keras karena dugaan plagiarisme, termasuk dalam kasus penarikan foto Getty dari artikel Wall Street Journal.

Pada Oktober 2025, Perplexity juga digugat oleh Reddit atas tuduhan scraping konten pengguna dalam skala besar secara ilegal. Selain itu, mesin pencari berbasis AI ini juga dituding mengakali sistem teknis untuk memperoleh data Reddit yang sudah terikat lisensi dengan OpenAI.

Kerja Sama dengan Getty Images

Wakil Presiden Pengembangan Strategis di Getty Images, Nick Unsworth, menjelaskan bahwa kerja sama antara Getty Images dengan Perplexity akan meningkatkan metode menampilkan gambar, sekaligus memastikan pencantuman kredit dan tautan ke sumber asli pada hasil pencarian. Ia mengatakan bahwa perjanjian ini mengakui pentingnya persetujuan yang diberikan secara tepat dengan atribusi yang benar.

Sementara itu, Jessica Chan, kepala kemitraan konten dan penerbit di Perplexity, menyampaikan bahwa atribusi dan akurasi adalah hal fundamental bagi perusahaan. “Bersama-sama, kami membantu orang menemukan jawaban melalui kekuatan narasi visual yang kuat, sambil memastikan mereka selalu tahu asal konten dan penciptanya,” ujarnya.

Fokus pada Atribusi dan Fair Use

Atribusi menjadi fokus utama Perplexity agar terhindar dari tuduhan pelanggaran hak cipta. Manajemen perusahaan berjanji selalu menyebut penggunaan konten penerbit—termasuk konten berbayar dan yang dilarang untuk diambil—sebagai fair use. Aturan hukum ini membolehkan penggunaan sebagian karya orang lain tanpa izin, asal tujuannya adil dan tidak merugikan pencipta.

Dengan kemitraan ini, Perplexity berharap dapat membangun kepercayaan dari publik dan pihak-pihak terkait. Langkah ini juga menjadi indikasi bahwa perusahaan mulai memperhatikan aspek legal dan etika dalam penggunaan konten digital. Dengan demikian, Perplexity tidak hanya sekadar mencari cara untuk menampilkan konten visual, tetapi juga memastikan bahwa proses tersebut dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai aturan yang berlaku.

Related posts